Reaksi Analisa Protein

Dikirim Uncategorized pada Februari 11, 2009 oleh abynoel

Analisis protein dapat dilakukan dengan dua metode, yaitu ; Secara kualitatif terdiri atas ; reaksi Xantoprotein, reaksi Hopkins-Cole, reaksi Millon, reaksi Nitroprusida, dan reaksi Sakaguchi. Secara kuantitatif terdiri dari ; metode Kjeldahl, metode titrasi formol, metode Lowry, metode spektrofotometri visible (Biuret), dan metode spektrofotometri UV.
Analisa Kualitatif
1. Reaksi Xantoprotein
Larutan asam nitrat pekat ditambahkan dengan hati-hati ke dalam larutan protein. Setelah dicampur terjadi endapan putih yang dapat berubah menjadi kuning apabila dipanaskan. Reaksi yang terjadi ialah nitrasi pada inti benzena yang terdapat pada molekul protein. Reaksi ini positif untuk protein yang mengandung tirosin, fenilalanin dan triptofan.
2. Reaksi Hopkins-Cole
Larutan protein yang mengandung triptofan dapat direaksikan dengan pereaksi Hopkins-Cole yang mengandung asam glioksilat. Pereaksi ini dibuat dari asam oksalat dengan serbuk magnesium dalam air. Setelah dicampur dengan pereaksi Hopkins-Cole, asam sulfat dituangkan perlahan-lahan sehingga membentuk lapisan di bawah larutan protein. Beberapa saat kemudian akan terjadi cincin ungu pada batas antara kedua lapisan tersebut.
3. Reaksi Millon
Pereaksi Millon adalah larutan merkuro dan merkuri nitrat dalam asam nitrat. Apabila pereaksi ini ditambahkan pada larutan protein, akan menghasilkan endapan putih yang dapat berubah menjadi merah oleh pemanasan. Pada dasarnya reaksi ini positif untuk fenol-fenol, karena terbentuknya senyawa merkuri dengan gugus hidroksifenil yang berwarna.
4. Reaksi Natriumnitroprusida
Natriumnitroprusida dalam larutan amoniak akan menghasilkan warna merah dengan protein yang mempunyai gugus –SH bebas. Jadi protein yang mengandung sistein dapat memberikan hasil positif.
5. Reaksi Sakaguchi
Pereaksi yang digunakan ialah naftol dan natriumhipobromit. Pada dasarnya reaksi ini memberikan hasil positif apabila ada gugus guanidin. Jadi arginin atau protein yang mengandung arginin dapat menghasilkan warna merah.
6. Metode Biuret
Larutan protein dibuat alkalis dengan NaOH kemudian ditambahkan larutan CuSO4 encer. Uji ini untuk menunjukkan adanya senyawasenyawa yang mengandung gugus amida asam yang berada bersama gugus amida yang lain. Uji ini memberikan reaksi positif yaitu ditandai dengan timbulnya warna merah violet atau biru violet.

Analisa Kuantitatif
Analisis protein dapat digolongkan menjadi dua metode, yaitu: Metode konvensional, yaitu metode Kjeldahl (terdiri dari destruksi, destilasi, titrasi), titrasi formol. Digunakan untuk protein tidak terlarut.
Metode modern, yaitu metode Lowry, metode spektrofotometri visible, metode spektrofotometri UV. Digunakan untuk protein terlarut.
1. Metode Kjeldahl
Metode ini merupakan metode yang sederhana untuk penetapan nitrogen total pada asam amino, protein, dan senyawa yang mengandung nitrogen. Sampel didestruksi dengan asam sulfat dan dikatalisis dengan katalisator yang sesuai sehingga akan menghasilkan amonium sulfat. Setelah pembebasan alkali dengan kuat, amonia yang terbentuk disuling uap secara kuantitatif ke dalam larutan penyerap dan ditetapkan secara titrasi.
Penetapan Kadar
Prosedur :
1. Timbang 1 g bahan yang telah dihaluskan, masukkan dalam labu Kjeldahl (kalau kandungan protein tinggi, misal kedelai gunakan bahan kurang dari 1 g).
2. Kemudian ditambahkan 7,5 g kalium sulfat dan 0,35 g raksa (II) oksida dan 15 ml asam sulfat pekat.
3. Panaskan semua bahan dalam labu Kjeldahl dalam lemari asam sampai berhenti berasap dan teruskan pemanasan sampai mendidih dan cairan sudah menjadi jernih. Tambahkan pemanasan kurang lebih 30 menit, matikan pemanasan dan biarkan sampai dingin.
4. Selanjutnya tambahkan 100 ml aquadest dalam labu Kjeldahl yang didinginkan dalam air es dan beberapa lempeng Zn, tambahkan 15 ml larutan kalium sulfat 4% (dalam air) dan akhirnya tambahkan perlahan-lahan larutan natrium hidroksida 50% sebanyak 50 ml yang telah didinginkan dalam lemari es.
5. Pasanglah labu Kjeldahl dengan segera pada alat destilasi. Panaskan labu Kjeldahl perlahan-lahan sampai dua lapis cairan tercampur, kemudian panaskan dengan cepat sampai mendidih.
6. Destilasi ditampung dalam Erlenmeyer yang telah diisi dengan larutan baku asam klorida 0,1N sebanyak 50 ml dan indicator merah metil 0,1% b/v (dalam etanol 95%) sebanyak 5 tetes, ujung pipa kaca destilator dipastikan masuk ke dalam larutan asam klorida 0,1N.
7. Proses destilasi selesai jika destilat yang ditampung lebih kurang 75 ml. Sisa larutan asam klorida 0,1N yang tidak bereaksi dengan destilat dititrasi dengan larutan baku natrium hidroksida 0,1N. Titik akhir titrasi tercapai jika terjadi perubahan warna larutan dari merah menjadi kuning. Lakukan titrasi blanko.
Kadar Protein
Kadar protein dihitung dengan persamaan berikut :

Keterangan :
Fk : faktor koreksi
Fk N : 16
2. Metode Titrasi Formol
Larutan protein dinetralkan dengan basa (NaOH) lalu ditambahkan formalin akan membentuk dimethilol. Dengan terbentuknya dimethilol ini berarti gugus aminonya sudah terikat dan tidak akan mempengaruhi reaksi antara asam dengan basa NaOH sehingga akhir titrasi dapat diakhiri dengan tepat. Indikator yang digunakan adalah p.p., akhir titrasi bila tepat terjadi perubahan warna menjadi merah muda yang tidak hilang dalam 30 detik.
3. Metode Lowry
Prosedur :
Pembuatan reagen Lowry A : Merupakan larutan asam fosfotungstat-asam fosfomolibdat dengan perbandingan (1 : 1)
Pembuatan reagen Lowry B :
Campurkan 2% natrium karbonat dalam 100 ml natrium hidroksida 0,1N. Tambahkan ke dalam larutan tersebut 1 ml tembaga (II) sulfat 1% dan 1 ml kalium natrium tartrat 2%.

Penetapan Kadar
a. Pembuatan kurva baku
Siapkan larutan bovin serum albumin dengan konsentrasi 300 µg/ml (Li). Buat seri konsentrasi dalam tabung reaksi, misal dengan komposisi berikut :

Tambahkan ke dalam masing-masing tabung 8 ml reagen Lowry B dan biarkan selama 10 menit, kemudian tambahkan 1 ml reagen Lowry A. Kocok dan biarkan selama 20 menit. Baca absorbansinya pada panjang gelombang 600 nm tehadap blanko. (Sebagai blanko adalah tabung reaksi no.1 pada tabel di atas)
b. Penyiapan Sampel
Ambil sejumlah tertentu sampel protein yang terlarut misal albumin, endapkan dahulu dengan penambahan amonium sulfat kristal (jumlahnya tergantung dari jenis proteinnya, kalau perlu sampai mendekati kejenuhan amonium sulfat dalam larutan). Pisahkan protein yang mengendap dengan sentrifus 11.000 rpm selama 10 menit, pisahkan supernatannya. Presipitat yang merupakan proteinnya kemudian dilarutkan kembali dengan dapar asam asetat pH 5 misal sampai 10,0 ml. Ambil volume tertentu dan lakukan penetapan selanjutnya seperti pada kurva baku mulai dari penambahan 8 ml reagen Lowry A sampai seterusnya.
4. Metode Spektrofotometri Visible (Biuret)
Prosedur :
Pembuatan reagen Biuret :
Larutkan 150 mg tembaga (II) sulfat (CuSO4. 5H2O) dan kalium natrium tartrat (KNaC4H4O6. 4H2O) dalam 50 ml aquades dalam labu takar 100 ml. Kemudian tambahkan 30 ml natrium hidroksida 10% sambil dikocok-kocok, selanjutnya tambahkan aquades sampai garis tanda.
Pembuatan larutan induk bovin serum albumin (BSA):
Ditimbang 500 mg bovin serum albumin dilarutkan dalam aquades sampai 10,0 ml sehingga kadar larutan induk 5,0% (Li). Penetapan kadar (Metode Biuret) :
Pembuatan kurva baku :
Dalam kuvet dimasukkan larutan induk, reagen Biuret dan aquades misal dengan komposisi sebagai berikut:

Setelah tepat 10 menit serapan dibaca pada ë 550 nm terhadap blanko yang terdiri dari 800 µL reagen Biuret dan 200 µL aquades.
Cara mempersiapkan sampel :
Ambil sejumlah tertentu sampel protein yang terlarut misal albumin, endapkan dahulu dengan penambahan amonium sulfat kristal (jumlahnya tergantung dari jenis proteinnya, kalau perlu sampai mendekati kejenuhan amonium sulfat dalam larutan). Pisahkan protein yang mengendap dengan sentrifus 11.000 rpm selama 10 menit, pisahkan supernatannya. Presipitat yang merupakan proteinnya kemudian dilarutkan kembali dengan dapar asam asetat pH 5 misal sampai 10,0 ml. Ambil sejumlah µL larutan tersebut secara kuantitatif kemudian tambahkan reagen Biuret dan jika perlu tambah dengan dapar asetat pH 5 untuk pengukuran kuantitatif.
Setelah 10 menit dari penambahan reagen Biuret, baca absorbansinya pada panjang gelombang 550 nm terhadap blanko yang berisi reagen Biuret dan dapar asetat pH 5. Perhatikan adanya faktor pengenceran dan absorban sampel sedapat mungkin harus masuk dalam kisaran absorban kurva baku.
5. Metode Spektrofotometri UV
Asam amino penyusun protein diantaranya adalah triptofan, tirosin dan fenilalanin yang mempunyai gugus aromatik. Triptofan mempunyai absorbsi maksimum pada 280 nm, sedang untuk tirosin mempunyai absorbsi maksimum pada 278 nm. Fenilalanin menyerap sinar kurang kuat dan pada panjang gelombang lebih pendek. Absorpsi sinar pada 280 nm dapat digunakan untuk estimasi konsentrasi protein dalam larutan. Supaya hasilnya lebih teliti perlu dikoreksi kemungkinan adanya asam nukleat dengan pengukuran absorpsi pada 260 nm. Pengukuran pada 260 nm untuk melihat kemungkinan kontaminasi oleh asam nukleat. Rasio absorpsi 280/260 menentukan faktor koreksi yang ada dalam suatu tabel.

Kadar protein mg/ml = A280 x faktor koreksi x pengenceran
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2008. Protein. (http://www.wikipedia.com) diakses tanggal 12 Oktober 2008.
Sudarmaji, S, dkk. 1989. Analisa Bahan Makanan dan Pertanian. Penerbit Liberty: Yogyakarta.
Page, D.S. 1997. Prinsip-prinsip Biokimia. Erlangga: Jakarta.
Santoso, H. 2008. Protein dan Enzim. (http://www.heruswn.teachnology. com) diakses tanggal 12 Oktober 2008.
Sloane, E. 2004. Anatomi dan Fisiologi untuk Pemula. Penerbit Buku Kedokteran EGC: Jakarta.
Anonim. 2007. Manfaat Protein dalam Kehidupan Sehari-hari. (http://www.blogger.com) diakses tanggal 12 Oktober 2008
Sudjadi, A. dan Rohman. 2004. Analisis Obat dan Makanan cetakan I. Yogyakarta: Yayasan Farmasi Indonesia.
Apriyantono, A. dkk. 1989. Analisis Pangan. Bogor: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi IPB.
Poedjiadi, A. 1994. Dasar-Dasar Biokimia. Jakarta: Penerbit UI-Press.
Kamal, M. 1991. Nutrisi Ternak Dasar. Laboratorium Makanan Ternak, Yogyakarta: UGM-Press

Indikator bau badan sebagai ganti sidik jari berbasis biologi

Dikirim Uncategorized pada Februari 4, 2009 oleh abynoel

Oleh Tomi Rustamiaji, S.Si

Suatu saat, polisi atau detektif tidak perlu mencari sidik jari ataupun melakukan tes DNA pada bercak darah yang didapat dari tempat peristiwa kimia tapi cukup hanya dengan menggunakan alat elektronik pendeteksi bau bisa mendeteksi siapa sang kriminal. Ternyata akhir-akhir ini, para ilmuwan menemukan bahwa bau badan seseorang serupa dengan sidik jari, dan indikator yang berbasis biologi ini mampu diterapkan untuk mendeteksi individu tertentu karena memiliki ciri khas yang sebanding dengan sidik jari.

Para ilmuwan dari Monell Center mengajukan sebuah penelitian tentang tingkah laku dan jejak kimia yang menyimpulkan bahwa bau unik seseorang akan tetap terdeteksi bahkan bila terjadi perubahan jenis makanan dan minuman yang dikonsumsi.

“Hasil penemuan yang berbasis subjek hewan ini mendukung teori ilmiah bahwa bau badan menyediakan sebuah ’sidik bau’ yang konsisten dan serupa dengan sidik jari atau sampel DNA,” ujar Gary Beauchamp, PhD. Gary Beauchamp adalah seorang ahli tingkah laku bidang biologi di Monell dan salah satu dari penulis senior artikel tentang penemuan ini. “Bau unik ini dapat dideteksi dengan menggunakan hidung hewan maupun instrumen kimia.”

Mamalia seperti tikus dan manusia diketahui memiliki bau badan unik yang ditentukan secara genetis yang disebut ‘odortypes’ (tipe bau −red). Odortypes ditentukan dalam suatu bagian di gen oleh Major Histocompatability Complex (MHC), dimana ini pada ujungnya dapat membuat perbedaan bau antara satu individu dan yang lainnya. Gen yang sama juga terlibat dalam fungsi kekebalan tubuh.

Informasi odortype ditransmisikan melalu cairan tubuh seperti keringat dan urin, dimana matriks ini mengandung sejumlah senyawa kimia organik volatil (mudah menguap, -red). Senyawa organik volatil pada umumnya memiliki karakteristik bau yang unik.

Tipe makanan yang dikonsumsi juga dapat mempengaruhi bau badan sesorang. Bawang putih, sebagai contohnya, dapat dideteksi dalam bau tubuh jika dikonsumsi dalam jumlah yang banyak. Selain itu, perubahan menu makanan memiliki akibat menghalangi deteksi dari odortype sehingga menutupi identitas bau sejati. Untuk menyelidiki pertanyaan ini, para peneliti melakukan sebuah rangkaian percobaan dalam tingkah laku dan eksperimen kimia.

Dalam tes tingkah laku, ’sensor’ tikus indera penciuman mereka yang dilatih untuk memilih antara pasangan tikus uji yang memiliki perbedaan dalam gen MHC, baik yang berbeda gen maupun yang berbeda dalam menu makanan. Analisis kimia dengan instrumen untuk memeriksa sejumlah senyawa organik volatil dalam urin tikus yang memiliki set MHC yang berbeda dan menu makanan yang berbeda.

Hasilnya mengindikasikan bahwa odortypes tetap ada walaupun menu makanan berubah. Menu makanan yang memiliki karakteristik bau yang kuat sekalipun tidak akan menghilangkan odortypes dari satu tikus. Selain itu penelitian secara metode kimia dan tingkah laku pun mengindikasikan kesimpulan yang sama.

“Penemuan ini mengindikasikan bahwa sidik bau berbasis biologi serupa dengan sidik jari, dan mampu diterapkan untuk mendeteksi satu individu. Jika ini diterapkan dalam kasus manusia, hal ini membuka kemungkinan bahwa suatu perangkat dapat dikembangkan untuk mendeteksi sidik bau manusia,” ujar penulis utama Jae Kwak, PhD, seorang ahli kimia di Monell.

Menurut Beauchamp, pendekatan yang sama sedang diselidiki untuk meneliti hubungan bau tubuh dengan penyakit. Penelitian ini dapat menuju perkembangan alat elektronik untuk pedeteksian awal dan diagnosis cepat dari penyakit seperti kanker kulit dan paru-paru dan beberapa penyakit yang disebabkan oleh virus.

DITUNGGU KONTRIBUSINYA

Dikirim Uncategorized pada Februari 4, 2009 oleh abynoel

Yth. rekan guru kimia se-Sumatera Barat, blog ini menunggu karya-karya besar guru kimia. Sampai hari ini kok belum ada yang masuk? Khan dah dikasih pw-nya!

Melamine in milk

Dikirim Uncategorized pada Oktober 22, 2008 oleh abynoel

melamine-structure-3DToday, we learn that several thousand babies in China are seriously ill, having suffered acute kidney failure, with several fatalities, among those given formula milk contaminated with the industrial chemical melamine. The toll is far higher than was previously admitted by the Chinese authorities, according to the BBC. Click here for a list of melamine contaminated products.

Manufacturer, Sanlu, part-owned by New Zealand’s Fonterra Cooperative, recalled all of its powdered milk products in China’s north-west province of Gansu. However, twenty-two brands, including China Mengniu Diary Co and Inner Mongolia Yili Industrial Group, of milk powder have so far been identified as containing melamine. “The majority of afflicted infants ingested Sanlu-brand milk powder over a long period of time, their clinical symptoms showed up three to six months after ingesting the problematic products,” Health Minister Chen Zhu told Bloomberg Asia.

Allegedly, someone in the supply change, milk supplier or manufacturer, is adding melamine to the milk formula to artificially inflate the reading for protein levels. Formula milk was not until now tested for melamine, because regulators either did not suspect this ingredient might be added.

So, what is melamine and how does it spoof the protein levels in baby formula milk?

melamine-structureMelamine is an organic compounds, a base with chemical formula C3H6N6. Officially it is 1,3,5-triazine-2,4,6-triamine in the IUPAC nomenclature system (CAS #108-78-1). It is has a molecular mass of just over 126, forms a white, crystalline powder, and is only slightly soluble in water. It is used in fire retardants in polymer resins because its high nitrogen content is released as flame-stifling nitrogen gas when the compound is burned or charred.

Indeed, it is this high nitrogen level – 66% nitrogen by mass – in melamine that gives it the analytical characteristics of protein molecules. Melamine can also be described as a trimer of cyanamide, three cyanamide units joined in a ring. It is described as being harmful according to its MSDS sheet: “Harmful if swallowed, inhaled or absorbed through the skin. Chronic exposure may cause cancer or reproductive damage. Eye, skin and respiratory irritant.” Not something you would want in your infant’s milk. However, that said, the toxic dose is rather high, on a par with common table salt with an LD50 of more than 3 grams per kilogram of bodyweight.

Previously, melamine was found in exported pet food last year and blamed for killing thousands of cats and dogs in the US. Bloomberg also reports that analysis of samples of ice cream produced by Yili have also revealed the presence of melamine. Regardless of crushing inflation and legislative pressure, there is no excuse for the adulteration of food in this way. Diluting a product, the previous approach, is highly unethical and can lead to malnutrition, but straight poisoning is tantamount infanticide. This is also not the first time that Chinese consumers have faced problems with milk powder. In 2004, more than a dozen children died having been fed formula with minimal nutritional content.

sanyuan-milk-safeAccording to The Beijinger milk has been withdrawn from the likes of Starbucks as it emerges that regular milk has been tainted, including that produced by Olympic sponsor Yili. However, milk from more than 400 companies including Sanyuan and Nestle have tested negative for melamine and are presumably perfectly safe to drink.

But, if melamine has low toxicity (hat tip to commenter Barney) then what is it that has poisoned thousands of babies in China and why has this scandal occurred? Well, LD50, the toxic dose issue, tells us something about acute exposure not the apparent six-months’ worth of accumulated exposure these babies have suffered. Chronic exposure to melamine can lead to bladder or kidney stones and even bladder cancer and as we have learned, acute kidney failure.

The melamine in milk headlines also ignore the fact that the compound added to the milk may not be pure. There is no reason to imagine that those unscrupulous enough to add a toxic compound to baby formula milk would worry about contaminants, such as cyanuric acid, that might be found in the raw material. Indeed, even if melamine toxicity were not an issue and truly was an inert substance added to spike the protein readings in quality control tests, then any one of the impurities associated with rough melamine manufacture may be a major cause for concern.

Happy Mole Day!

Dikirim Uncategorized pada Oktober 22, 2008 oleh abynoel

Today, Oct. 23, Tupelo High School students commemorated chemistry’s basic measuring unit, the mole. Beginning at 6:02 this morning, THS chemistry students celebrated Mole Day with a parade, pledges, poetry and posters, all in honor of Amadeo Avogadro, the first person to propose the concepts of molecules. The famous chemist came up with the number 6.022 times 10 to the 23rd power, one of the most used numbers in chemistry.

Mole Day was created as a way to foster interest in chemistry. Schools throughout the United States and around the world celebrate Avogadro’s number from 6:02 a.m. to 6:02 p.m. each Oct. 23.

I’ve posted some of Daily Journal photographer Deste Lee’s pictures from one of Dee Cooper’s chemistry classes, and students who took their own photos are welcome to submit them and comment on the blog too (for extra credit). Also be sure to read my story on Mole Day in this Sunday’s Education section of the Daily Journal.


Dikirim Uncategorized pada Oktober 2, 2008 oleh abynoel
Segenap Keluarga Besar MGMP Kimia Sumatera Barat
Mengucapkan :

http://img252.imageshack.us/img252/6190/maapinjreng3jt.jpg

Hari yang fitri telah tiba, aku berfikir apa yang sebaiknya aku lakukan.Dalam fikir aku merangkai huruf menjadi kata, dan akhirnya tercipta kata MAAF. Dalam kata itu aku mencoba membayangkan menjadi senandung kalam yang indah hingga terdefinisi :

MAAF ibarat BASA yang menetralkan hati yang tersiram ASAM luka…

MAAF ibarat pelarut yang melarutkan semua reaktan BENCI dan DENDAM…

MAAF ibarat KATALIS yang mempercepat IKATAN Ukhuwah…

MAAF Ibarat ELEKTRON yang memancarkan sinar kehidupan…

MAAF ibarat sepasang ANODA-KATODA yang memberi kita POTENSIAL menggapai ridha ALLAH SWT…

Taqabbalallahu Minna wa Minkum, Taqabbal Ya Karim…
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H…
Minal Aidin wal Faidzin…
Mohon Maaf Lahir dan Bathin…

NYANYIAN ATOM

Dikirim VIDEO Kimia pada September 29, 2008 oleh abynoel

1.ATOM MUSIC VIDEO

2. THE ELEMENTS SONG

Anak kecil aja bisa…!

Dikirim Uncategorized pada September 27, 2008 oleh abynoel

I have delivered several lectures, papers and projects on the topics of software engineering, e-learning, internet business, open source, entrepreneurship, network security and knowledge management at the following institutions:

Ada hikmah dalam Ujian

Dikirim Nasehat pada September 14, 2008 oleh abynoel

Dalam kehidupan ini, kebahagiaan selalu berpasangan dengan kesedihan. Keduanya silih berganti menghiasi hidup kita. Adalah sebuah keniscayaan bahwa satu masa dalam hidup kita, Allah memberikan ribuan karunianya, dan dimasa yang lain, Allah memberi musibah-musibah yang harus kita hadapi.

Entah itu kesenangan ataupun kesedihan, semuanya itu bisa menjadi ujian buat kita. Namun ketahuilah wahai orang-orang yang beriman, yang sedang diuji hidupnya, bahwa anda sangat beruntung. Yaitu Orang-orang yang sabar dalam ujiannya. Karena tidaklah Allah memberikan ujian, kecuali Allah mencintaimu. Ingat sabda Nabi dalam hadist shahihnya, “Barangsiapa yang menghendaki kebaikan, ia akan dikenakan musibah.”

Kemudian juga dalam firmanNya:

Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar. Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali). Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Al-Baqarah : 155 – 157)

Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan dan diguncang (dengan berbagai cobaan). Sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, “Kapankah datang pertolongan Allah?” Ingatlah sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.”(Al-Baqarah : 214)

Ketahuilah sahabat, Allah mengujimu untuk meninggikan derajatmu di surga, karena Ia mencintaimu. Ia mengujimu agar kamu sadar dari kelalaian jiwamu dan agar kamu tidak terlena dengan dosa-dosamu, karena Ia mencintaimu.

Ia mengujimu untuk menghapus kesalahanmu, karena Allah ingin mengharamkan nerakaNya darimu. Ia mengujimu agar kamu menyadari nikamt-nikmat Nya sehingga kamu dapat mensyukurinya, karena Ia mencintaimu.

Ia menguji kamu agar kamu mengetahui nilai dunia dan hakikatnya, sehingga kamu menyadari betapa bernilainya akhirat, ini juga karena Ia mencintaimu.

Ia mengujimu supaya kamu ridha kepadaNya, sehingga kamu berhak mendapatkan ridha dari-Nya, karena Ia mencintaimu.

Ia mengujimu agar kamu merasa rendah di hadapan-Nya, sehingga kamu senantiasa berdoa di malam hari dan berharap Allah segera mengabulkan doamu, serta mengganti satu nikmat yang telah hilang dengan nikmat lain yang berlimpah, karena Allah mencintaimu. Ia mengujimu agar kamu masuk surga dengan jalan yang sangat mudah.

Ia mengujimu untuk mendidikmu agar dapat bersikap proporsional terhadap apa yang Allah karuniakan ataupun apa yang Allah ambil kembali darimu. Ia mendidikmu dan itupun karena Ia mencintaimu. Seperti FirmanNya dalam Al-Qur’an :

Setiap bencana yang menimpa di Bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuz) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah. Agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu, dan tidak pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikanNya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri.(Al-Hadid : 22 – 23)

Demikian sahabat, ada beribu hikmah dalam ujianNya. Kita tidak boleh meminta ujian tersebut, dan hendaklah bersabar saat kita harus menghadapinya. Kita harus senantiasa mencari hikmahnya dan berprasangka positif kepada Allah. Karena sesungguhnya Allah, Yang Maha Pengasih lagi Maha Mengetahui, telah mentakdirkan yang terbaik untuk hambaNya yang beriman dan berbuat kebaikan.

Masih ingat kisah nabi Musa dan Khidir? Ketika itu, Musa tidak bisa bersabar terhadap ketiga hal yang dilakukan oleh Khidir. Ketidaksabaran Musa ini lantaran Musa melihat hal tersebut sebagai suatu kedzaliman, padahal sesungguhnya tidak demikian. Karena Khidir melakukannya atas dasar petunjuk dari Tuhannya.

Tampak mendzalimi karena kita kurang berpengetahuan terhadap hal-hal tersebut. Bahwa hal-hal yang tampaknya mendzalimi itu, sebenarnya merupakan jalan menuju rahmat dan kasihsayang Allah untuk hamba-hambaNya yang sholeh.

“….Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu , padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Al-baqarah : 216)

Begitulah sahabat, jika kita menyerahkan sepenuhnya segala masalah yang kita hadapi kepada Allah Ta’ala. Kemudian, menyadari diri kita dan segala apa yang kita cintai adalah milik Allah yang hanya dipinjamkan olehNya kepada Kita, maka hati kita akan terasa lapang dan tentram saat menghadapi ujianNya. Hati kita akan ikhlas ketika Allah mengambil kembali apa yang memang menjadi kepunyaanNya.

“…Barangsiapa yang menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah, dan dia berbuat baik, dia mendapat pahala di sisi Tuhannya dan tidak ada rasa takut dan tidak bersedih hati.” (Al-Baqarah : 112)

Contoh Ketangguhan Para Nabi dan Salafussholeh dalam Menghadapi Ujian

Kita tahu bahwa dinul Islam, yang kita yakini sekarang, juga dibangun oleh perjuangan para Nabi dan salafussholeh. Perjuangan yang diwarnai dengan cobaan dan penderitaan yang sangat berat. Dan tentu saja ujian ini jauh lebih berat dari ujian yang kita rasakan sekarang.

Ingat, cobaan Nabi Muhammad SAW saat berdakwah di tanah Thaif. Ketika itu, terjadi Penolakan bani Abdu Yalil terhadap dakwah beliau. saat itu, Nabi dituduh sebagai pembohong besar. Dan bukan hanya itu, orang-orang bani Abdu yalil juga melempari beliau dengan batu secara bertubi-tubi.

Akibatnya beliau terjatuh ke tanah. Lalu dengan susah payah beliau berusaha bangkit kedati lemparan batu itu masih terus menghujani beliau. Sementara itu, anak-anak kecil berlari-lari dibelakang beliau, sembari mengolok-olok beliau dengan cercaan,” dungu” dan “gila”.

Ditengah gelombang ujian dan cobaan berat itu, terucaplah sebuah doa yang lahir dari kejujuran hati beliau, yaitu doa penuh pengharapan akan segala rahmat dan ridha-Nya. Berikut doa yang beliau ucapkan :

Ya Allah, aku mengadukan kepada Engkau akan segala kelemahanku, sedikitnya kemampuanku dan kehinaanku dimata manusia. Engkaulah Tuhan orang-orang yang lemah dan Engkaulah Tuhanku. Kepada siapakah Engkau menyerahkan daku, apakah kepada kaum yang tak berkenan menerimaku dengan sikap yang tidak menunjukkan keramahan (menyakiti), ataukah Engkau menyerahkan aku kepada para musuh? Jika bukan karena kemurkaan-Mu, aku tidak akan pernah peduli. Aku berlindung kepada cahaya wajah-Mu yang menerangi semua kegelapan dan membuat urusan dunia dan akhirat menjadi baik, dari turunnya kemurkaan dan marah-Mu atasku. Peringatkanlah aku hingga Engkau ridha. Tiada daya dan upaya selain dariMu.”

Dan Allah pun segera mengabulkan doa yang tulus tersebut dan segera mendatangkan bantuan.

Contoh dari ketangguhan orang-orang sholeh terdahulu dalam menghadapi ujian dapat kita lihat dari Ibnu Taimiyah.

Ingat bahwa ketika Ibnu Taimiyah dimasukkan ke dalam penjara di Qal’ah (benteng), beliau berkata,”Apa gerangan yang akan diperbuat musuh-musuhku! Surga dan kebunku berada didadaku, kemana saja aku pergi ia senantiasa bersamaku. Kitab Allah dan Sunnah Nabi-Nya bersamaku. Jika mereka membunuhku, maka kematianku adalah syahid. Jika mereka mengasingkanku, maka pengasingan bagiku merupakan kesempatan untuk santai. Jika mereka memenjarakanku, maka penjara bagiku laksana tempat khalwat-ku. Orang yang ditahan adalah orang yang ditahan (jauh) dari Tuhannya. Dan orang yang ditawan adalah mereka yang ditawan oleh hawa nafsunya.”

Murid Ibnu Taimiyah yang cerdas, Ibnul Qayyim al-jauziyah mengatakan, “demi Allah, aku tidak melihat seorang pun yang lebih enak dan santai hidupnya dari beliau. Walaupun hidupnya serba sulit tetapi ia tetap orang yang paling lapang dadanya, paling kuat hatinya dan paling gembira jiwanya. Dari wajahnya memancar cahaya penuh kedamaian.”

======================================================================

Melakukan apa yang telah penulis tuliskan memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Dan hanya dengan pertolongan Allah sajalah kita dapat menghadapi ujian tersebut dengan hati yang ridho.

Oleh karenanya, jangan pernah bosan untuk berdoa agar Allah mengkaruniakan hati yang senantiasa bersyukur atas segala NikmatNya, ridho dengan apa yang dikehendakiNya dan mohon juga padaNya agar Allah senantiasa memberkahi apa-apa yang telah Ia takdirkan untuk kita.

Dan jadilah orang yang paling berbahagia, karena sesungguhNya Allah telah menyediakan tempat kesudahan yang baik bagi orang-orang yang sabar, seperti dalam firmanNya :

Dan orang-orang yang sabar karena mengharapkan keridho-an Tuhannya, melaksanakan sholat, menginfakkan sebagian rezeki yang kami berikan kepada mereka, secara sembunyi-sembunyi atau terang-terangan, serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang –orang itulah yang mendapat tempat kesudahan yang baik. Yaitu surga ‘adn, mereka masuk ke dalamnya bersama dengan orang-orang yang sholeh dari nenek moyangnya, pasangan-pasangannya dan anak cucunya, sedang para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu.(sambil mengucapkan) “selamat sejahtera atasmu karena kesabaranmu”. Maka alangkah nikmatnya tempat kesudahan itu.” (Ar-ra’d : 22 – 24)

Bulan Puasa Saat Tepat Untuk Detoksifikasi

Dikirim Uncategorized pada September 10, 2008 oleh abynoel

 Bulan Puasa Saat Tepat Untuk Detoksifikasi

Pesatnya arus modernisasi yang terjadi di perkotaan seringkali tidak mempertimbangkan penyediaan lingkungan yang sehat untuk penduduknya. Cermati saja, berapa banyak pepohonan ditebang hanya untuk membuka lahan baru untuk pembangunan gedung-gedung pencakar langit yang jumlahnya kini jauh lebih banyak dibandingkan jumlah taman kota atau area penghijauan.

Meningkatnya angka kasus pencemaran di kota Jakarta tercinta ini tanpa disadari turut mengancam kesehatan jasmani penghuninya. Dari mulai asap kendaraan bermotor, limbah pabrik sampai sayuran yang diberi banyak pestisida. Coba bayangkan bila kandungan beracun tersebut masuk dan lama mengendap di dalam tubuh kita.

Maka dari itu sudah sepatutnya para penduduk kota itu lebih aware dengan program detoksifikasi pada tubuh mereka. Detoxifikasi dengan kecantikan memiliki kaitan yang erat sekali. Misalnya nih, jika penumpukan racun pada tubuh sudah berlarut-larut, maka tunggu saja akan ada saatnya di mana tubuh akan memberikan gejala,  seperti kulit yang kering dan penuh kerut, wajah yang suram, kehilangan semangat, rambut rontok atau menipis dan masih banyak lagi.

Nah, Anda dapat menyimpulkan sendiri kan, bahwa pada akhirnya semua berhubungan dengan masalah kecantikan dan penampilan. Jika Anda berniat membersihkan segala racun yang telah “menetap” di tubuh Anda. Di bulan Ramadhan ini merupakan waktu yang tepat, jika Anda ingin melakukan detoksifikasi. Detoksifikasi saat berpuasa pun mempunyai manfaat ganda, yaitu tak hanya membersihkan tubuh saja, tapi juga sekalian membersihkan hati dari hal-hal yang telah mengotori batin Anda selama sebelas bulan belakangan ini.

 Bersih-bersih dari Dalam Tubuh
Detoksifikasi adalah suatu proses pembersihan racun-racun atau zat buangan dari tubuh melalui pembuangan, penetralan dan proses mengatasi penyumbatan pada sistem tubuh manusia. Sesungguhnya tubuh manusia itu telah dirancang sedemikian rupa oleh Sang Maha Pencipta untuk dapat dengan otomatis menetralisasi racun yang masuk ke dalam tubuh, melalui detoksifikasi harian yang setiap hari dilakukan oleh liver atau hati. Itulah mengapa liver merupakan organ tubuh paling utama sebagai sarana terjadinya proses detoksifikasi.

Tahukah Anda bahwa sebagian besar racun yang berada dalam tubuh kita itu bersumber dari makanan yang kita konsumsi sehari-hari. Tak hanya itu, obat-obatan yang kita gunakan baik rutin ataupun tidak rutin, lalu kontak langsung dengan lingkungan yang terkontaminasi racun juga merupakan beberapa faktor lain-lain yang menyebabkan tubuh kita ini menjadi tempat tinggal terbaik racun, virus dan semacamnya.

Makanan dan minuman merupakan asupan wajib untuk memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari agar kita tetap bertahan hidup dan terhindar dari terjangkit penyakit. Tapi kita juga mesti berhati-hati dengan makanan dan minuman yang kita konsumsi, karena di zaman dengan ritme gaya hidup serba cepat seperti sekarang ini semakin banyak tercipta produk makanan dan minum instan yang hampir seluruhnya memakai zat pengawet yang merupakan salah satu jenis sumber toksik atau racun yang akhirnya tertimbun di dalam tubuh seseorang.

Puasa Metode Detoksifikasi
Tanpa terasa bulan Ramadhan telah kembali menghampiri kita, bulan pengendalian segala jenis hawa nafsu (nafsu makan, minum, seks dan emosi diri) ini wajib kita syukuri, karena masih sekali lagi diberi kesempatan untuk mengamalkan sebanyak-banyaknya ibadah dan perbuatan baik sebagai tabungan pahala kita.

Dari aspek nutrisi, sebenarnya puasa dapat mengurangi asupan zat-zat gizi, terutama energi sebanyak 20-30 persen. Namun jika dipandang dari kesehatan, puasa itu ternyata memberikan banyak manfaat kesehatan terhadap pelakunya. Bahkan nih di negara-negara maju, puasa seringkali diterapkan sebagai salah satu upaya terapi untuk penyembuhan berbagai penyakit, khususnya penyakit yang disebabkan oleh kelebihan makanan.

Puasa adalah salah satu metode detoksifikasi yang bersifat total dan holistik yang meliputi kegiatan fisik, emosional, dan spritual. Artinya tujuan dari pembersihan itu tak hanya sebatas fisik saja, tetapi juga meliputi pembersihan hati dan batin serta peningkatan energi pada jiwa dan pikiran. Dan hebatnya lagi dengan berpuasa kita otomatis menjadi tenang dan frekuensi gelombak otak menjadi lebih rendah, kondisi alam pikiran yang seperti ini memiliki kekuatan maha dahsyat jika Anda cerdas dalam menggunakannya. Dalam kondisi seperti tersebut di atas mengakibatkan seseorang menjadi lebih peka terhadap lingkuangan sekelilingnya dan lebih tajam dalam berpikir serta menjadi lebih kreatif.

Wah ..  menyenangkan yah ternyata puasa itu, tak hanya Anda dapat menjadi sehat secara lahiriah, tetapi juga menjadi damai, tenang dan peka secara harafiah. Jadi tak ada alasan lagi dong untuk Anda bolos puasa, atau dengan sengaja membatalkan puasa sebelum waktu berbuka.

Do’s and Don’ts Saat Berpuasa
Secara fisilogis, puasa hanyalah mengubah kebiasaan makan normalnya, jika biasanya Anda makan tiga kali sehari, maka di bulan puasa ini, aktivitas makan dialihkan menjadi sehari 2 kali yaitu saat sahur dan buka puasa.

So, bagi Anda yang sedang menjalankan ibadah puasa saat ini, berikut beberapa tips yang pastinya akan menjaga Anda agar senantiasa segar plus berenergi selama berpuasa.

1. Perbanyak konsumsi makanan yang kaya serat saat sahur
Makanan berserat akan sangat membantu program detoks Anda selama bulan Ramadhan ini. Apa sebab? Karena makanan berserat akan memperlancar proses pengurasan racun dalam tubuh. Tak hanya itu, makanan berserat juga ampuh dalam mengurangi konsentrasi radikal bebas dalam tubuh, hingga sel-sel tubuh menjadi lebih segar dan elastis.

2. variasikan makanan pokok
trik jitu agar kebutuhan gizi Anda tetap terpenuhi, usahakan membuat menu sepinggan (one-dish-meal) yang menyehatkan tentunya. Misalnya, Anda dapat mengkreasikan nasi goreng ayam atau mie goreng dengan menambahkan sayuran dan protein. Selain lauk pauk, pasokan protein bisa didapat dari susu. Namun jangan sekali-kali mengganti nasi dengan sumber karbohidrat lainnya setiap hari, karena Anda hanya boleh melakukannya seminggu sekali saja.

3. Perbanyak meminum air putih
Pintar-pintarlah mengatur agar selama bulan puasa ini air yang Anda konsumsi itu tetap sebanyak 8 gelas setiap harinya. Caranya antara lain adalah dengan minumlah sekitar dua gelas saat buka puasa, lalu setelah tarawih hingga menjelang tidur, minum lagi sebanyak 3-4 gelas. Nah, sahur minumlah sebanyak dua gelas lagi. Minum air tidak selalu berarti air putih semata, tetapi minum teh, susu, jus buah, koktil buah, bahkan kuah sayur juga termasuk dalam jumlah air yang kita konsumsi.

4. Jangan langsung minum es
Langsung meminum air es atau minuman lain yang dingin (es cendol, es kelapa, dsb) memang sekejap memberikan efek segar bukan main setelah berjam-jam lamanya tenggorokan yang kering menahan haus. Tetapi ini merupakan kebiasaan yang salah,  karena es itu dapat menekan rasa lapar. Sebaiknya minum minuman yang manis saat berbuka dan makanlah makanan ringan yang mudah dicerna. Setelah kadar gula darah berangsur-angsur kembali normal, lakukan salat maghrib. Selang setengah jam kemudian, makanlah  menu lengkap secukupnya. Setelah shalat tarawih, Anda dapat makan lagi, jika masih terasa lapar.

5. Jangan makan ala “balas dendam”
Pada saat berbuka puasa Anda sebaiknya tidak langsung makan dan minum terlampau banyak. Berbuka puasa dengan makanan berat dalam jumlah banyak justru memberatkan kerja lambung yang sudah dibiarkan istirahat sekitar 12 jam.

Bahan toksik yang terbawa oleh makanan bisa bersumber dari lima hal, yaitu:

  • Secara alami terdapat pada makanan itu sendiri, virus atau racun dari tempat peletakkannya.
  • Akibat reaksi-reaksi kimia dari komponen pangan yang terjadi selama proses pengolahan dan penyimpanan.
  • Akibat penambahan senyawa tertentu selama proses pengolahan pangan, misalnya penggunaan tambahan pangan (food additives) secara berlebih atau penggunaan senyawa kimia yang beracun.
  • Akibat kontaminasi dari lingkungan yang tidak sehat, berupa kontaminasi senyawa kimia yang beracun atau mikroba penghasil racun.